about me

salam kenal, nama saya sidik. saya membuat blog ini hanya bertujuan untuk merangkum kegiatan hidup saya di dunia seni rupa khususnya seni kriya keramik. tidak bermaksud menyombongkan diri, hanya saja membuat memory di masa tua saya. kalaupun anda sengaja atau tidak sengaja membuka blog ini saya mohon maaf. dan apabila blog ini bermanfaat buat anda, silahkan di buka dan di baca.

Sabtu, 18 Mei 2013

Keramik Bayat

Bayat,Klaten. Salah satu kecamatan di Klaten yang masih begitu kental akan budayanya. diantaranya Reog, Wayang, Batik, keramik(gerabah) dan masih banyak lagi. Hal tersebut sayang kalau tidak ada generasi muda yang mau meneruskanya.
berhubung saya  bergelut di bidang keramik maka saya akan memaparkan seperti apa Keramik Bayat itu.
keramik bayat mungkin sudah lahir dari ber abad abad yang lalu. yang menurut sejarah dipelopori oleh sunan pandanaran. hingga samapai sekarang masyarakat Pagerjurang, Bayat masih bergelut dengan keramik.
Yang menurut sejarah, dahulu keramik di bayat diciptakan hanya untuk keperluan keperluan adat. seperti sesaji, wadah ari ari dan masih banyak lagi., namun sekarang keramik bayat sudah banyak bergeser dalam segi kegunaanya. Kini keramik bayat sudah mulai terlihat modern, dengan bentuk bentuknya yang variatif dan unik. Dari segi kegunaanya pun sudah beraneka ragam, dari peralatan makan, seperti piring, mangkok, gelas, teko dll. ada juga berbagai benda hias, seperti kap lampu, vas, guci dll.
Keramik bayat mempunyai beberapa cirikhas dalam teknik pembuatanya. Masyarakat Pagerjurang sampai sekarang masih menggunakan alat putar yang masih sangat klasik, yaitu PUTARAN MIRING. yang menurut sejarah alat itu sudah muncul sejak ratusan tahun yang lalu.
selain alat, saya juga akan memaparkan bagaimana proses pembatan keramik BAYAT.
Tanah yang digunakan adalah jenis tanah earthenware yang di ambil dari pegunungan di sekitar daerah tersebut. setelah itu tanah liat di olah menggunakan mesin. dengan sedikit campuran pasir yang lembut membuat tanah tersebut menjadi lebih kuat.
setelah plastis, tanah siap dipakai. kebanyakan para pengrajin menggunakan teknik putar dalam proses pembuatan produknya. meskipun juga sudah ada yang menggunakan teknik cetak.
setelah pembuatan kemudian pengeringan tapi hanya setengah kering (magel).
pengeringan ini mungkin membutuhkan waktu sehari. sesudah magel, kemudian menghaluskan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar